Konvergensi Media, Televisi Digital dan Masa Depan Televisi Komunitas*

Oleh: Anang Hermawan**

Dunia penyiaran ke depan akan berubah seiring berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi. Sifat-sifat teknologi telekomunikasi konvensional … continue reading this entry.

NETRALITAS PERS DALAM PEMILU*

Oleh: Anang Hermawan**

Menjelang pelaksanaan pemilu 2009 mendatang, pers memegang posisi strategis. Sebagai wahana informasi, … continue reading this entry.

Digitalisasi Penyiaran dan Masa Depan TV Komunitas*

Oleh: Anang Hermawan**

Digitalisasi media yang hadir berkat konvergensi teknologi informasi akan mengubah wajah penyiaran kita di masa mendatang. Mulai 2007 lalu, pemerintah … continue reading this entry.

Banalitas Televisi Pasca Ramadhan*

Oleh: Anang Hermawan**

Syahdan, sebuah acara televisi minggu lalu menayangkan seorang artis ibukota yang mengaku mulai kebanjiran job setelah Ramadhan tahun ini berakhir. Sang artis yang akrab dikenal kerap mengekspos kemolekan tubuhnya di layar kaca itu mengaku menghentikan aktivitas profesinya selama bulan Ramadhan. Wajar saja, … continue reading this entry.

Tubuh dalam Perangkap Iklan Televisi*

Oleh: Anang Hermawan**

Bekerjanya iklan dalam ragam citra televisi ibarat mengalirnya darah dalam sebuah organisme hidup. Tanpa iklan, mustahil bagi sebuah stasiun televisi (swasta) dapat hidup dan mempertahankan eksistensinya. Di sisi lain, iklan merupakan sebuah instrumen mutualistik bagi berlangsungnya kerja industri. … continue reading this entry.

”Membaca” Iklan Televisi: Sebuah Perspektif Semiotika

Oleh: Anang Hermawan

 

Abstract

 

Semiotic is one of considerable approach in study of media, especially television ads. Emerging from meaning-based models, semiotic of television ads differ from the traditional information processing approach to advertising reception principally because advertising meanings are constructed within the signifying frame of the “text” by audience or “ads reader” rather than simply being delivered in content by the advertising. In effect, passive terms such as ‘reception’ and ‘processing’ in advertising-audience relationship are rejected by meaning-based models and replaced with the more active concept of ‘interpretation’. This subtle shift in the advertising’s syntagmatic and paradigmatic locus has had a number of major theoretical implications for the study of advertising interpretation. Most important, meaning-based models stress that audience members may well produce different interpretations about “meaning”  in television ads.

 

Keywords:

iklan, televisi, semiotika, bahasa, representasi, teks, penanda, petanda, denotasi, konotasi, mitos, ideologi, sintagma, paradigma.

 

Pendahuluan

Urat nadi kehidupan televisi (swasta) terletak pada iklan. Tanpa iklan, … continue reading this entry.

Agenda Media Literacy Berbasis Sekolah*

Oleh: Anang Hermawan**

Tahun lalu media kita gencar memberitakan kasus-kasus remaja yang di-smack down teman sekolahnya. Sebagian siswa mengalami luka-luka serius, dan di sejumlah tempat bahkan ada yang meninggal. Konon, anak-anak meniru adegan kekerasan yang mereka tonton dalam acara gulat bebas (wrestling) yang sarat dengan dengan kekerasan di salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta. Tak ayal, … continue reading this entry.

Soeharto dalam Representasi Media*

Oleh: Anang Hermawan**

Bersamaan dengan pelbagai bencana yang melanda Indonesia akhir Januari lalu, masyarakat dikejutkan lagi dengan berita terbaru: meninggalnya mantan presiden Soeharto di Rumah Sakit Pusat Pertamina pada tanggal 27 Januari. Di ranah media, … continue reading this entry.

SESUDUT SEMIOTIK: Sebuah Tawaran Pemaknaan Berita

Anang Hermawan[1]

Pengantar: Memahami Berita Media

Membaca berita merupakan hal yang biasa dilakukan oleh setiap orang yang telah akrab dengan media massa. Kendati demikian, tidak banyak di antara pembaca berita yang berupaya penuh mencari setiap makna dari berita-berita yang dibaca. Pengertian memaknai tentunya lebih dari sekadar membaca dan lantas tahu isi berita. Di ranah penelitian khususnya, diperlukan keterampilan khusus agar pemaknaan terhadap setiap bagian pembentuk berita dapat dilakukan secara sistematik dan menghasilkan makna yang utuh dari apa yang dibaca. Pembacaan yang terstruktur bukan hanya akan membantu pemaknaan, melainkan juga akan sangat membantu dalam menggali gagasan-gagasan yang ada dalam teks-teks berita sekaligus menyimpulkannya.

Tulisan berikut mencoba memberi … continue reading this entry.

Mitos dan Bahasa Media: Mengenal Semiotika Roland Barthes

Oleh: Anang Hermawan[1]

Purwawacana: Representasi Realitas

Mempertalikan semiotika dan bahasa media nampaknya dapat menjadi satu diskusi yang menarik. Bukan saja karena persoalan filosofis mendasar yang acapkali menjadi perdebatan, melainkan juga karena tidak ada jalur tunggal untuk membongkar praktik pertandaan (baca: bahasa) media. Taruhlah dengan sebuah klaim sederhana para penganut semiotika, bahwa di balik bahasa media seringkali terkandung ‘sesuatu’ yang misterius. Dan semiotika dipercaya sebagai salah satu model rujukan untuk membantu melacak keberadaan misteri tersebut . Sekadar untuk keperluan pengantar, bagian berikut mencoba memaparkan secara singkat beberapa konsep yang relevan sebagai titik tolak pemahaman, yakni tentang representasi.

Konsep mengenai representasi hadir menempati tempat baru dalam studi budaya. Peralihan studi kebudayaan dalam ilmu sosial dan humaniora cenderung menekankan pada pentingnya makna. Dalam konteks ini budaya digambarkan sebagai proses produksi dan pertukaran makna yang terus menerus. Dalam kaitannya dengan dunia komunikasi, … continue reading this entry.

« Entri lama